Pinder | Pengalaman pertama yang menyenangkan.
Ahmad Zakiy, not everybody gets a chance

9 Reviews, 8 Pengikut

Reviewer

Pengalaman pertama yang menyenangkan.

Ditulis oleh Ahmad Zakiy pada 2016-10-26 09:31:16 | 320 Kali dilihat

     Pada bulan februari 2014 Sony meluncurkan sebuah kamera baru yang diberi nama Sony Alpha 6000, kamera ini merupakan sebuah penerus dari NEX-6. Sony a6000 (begitu saya sebut selanjutnya) merupakan sebuah mid-range mirroless camera dengan ukuran sensor APS-C, dan menurut Sony kamera ini adalah "world fastest autofocus APS-C camera", saya rasa secara spesifikasi pernyataan tersebut sangat pantas. Sony a6000 memiliki 179 titik AF, membuatnya sangat cepat mengikuti subjek bergerak dengan kondisi terang dan kehebatan AF ini didukung dengan kemampuan mengambil gambar sebanyak 11 gambar perdetik. sedang untuk kualitas gambar Sony a6000 di bekali 24,3 Megapixel dengan prosesor baru BIONZ X. untuk ISO sony a6000 dibekali ISO sampai 25600, tapi yang masih oke kualitasnya adalah ISO dari 100-800, di ISO 3200 noise mulai banyak tapi menurut saya masih bisa dibersihkan dengan Lightroom. saya rasa sudah cukup dengan spesifikasi kamera ini, lalu bagaimana dengan pengalaman saya selama menggunakan kamera ini ?

    Sony a6000 adalah kamera digital pertama saya, ya sebelumnya saya tidak pernah memiliki sebuah kamera digital, saat tren kamera DSLR mulai mewabah saya tetap setia mengambil gambar dengan kamera analog Lomo Fisheye-2 dan Olympus Pen EE-2, beberapa kali saya hanya pernah mencoba kamera DSLR punya teman seperti nikon D7000, canon 550D, atau paling canggih canon 5D mk ii, tapi entah mengapa kesan saya dengan kamera DSLR tidak begitu spesial. saat tren kamera mirrorless mulai mewabah saya juga tidak terlalu perduli, sampai akhirnya saya mencoba kamera fujifilm X-E2 punya teman. dalam benak saya saat itu "wah ini kamera modelnya rangefinder jadul tapi dengan teknologi masa kini dan body nya compact tapi dengan kualitas gambar yang setara DSLR mid-range" , okelah sejak itu saya pun mulai cari tau tentang kamera mirrorless, dan akhirnya pilihan saya jatuh pada Sony a6000. setelah pakai selama hampir 1 tahun saya rasa saya puas dengan kamera ini. pada dasarnya Sony a6000 bergaya seperti camera rangefinder tapi di era milenial, dibanding model kamera fuji yang memang lebih seperti kamera rangefinder jaman dulu saya lebih suka model Sony a6000, terkesan lebih modern. disamping itu hal yang membuat saya sangat suka dengan kamera ini adalah Grip-nya yang membuat sangat nyaman saat menggengam bodi kamera. menurut saya handling kamera DSLR sangat nyaman tapi desainnya yang cendrung membosankan nah Sony a6000 menawarkan UX(user experience) handling yang nyaman dengan UI(user interface) yang indah. lantas apa kekurangan dari Sony a6000 ? menurut saya ada beberapa hal yang menjadi kekurangan Sony a6000 menurut saya, yang pertama adalah tidak ada fitur touchscreeen di layar, padahal jika ada fitur touchscreen tersebut pasti akan sangat mudah memilih titik AF nya yang banyak itu, yang kedua adalah fakta bahwa lensa ataupun aksesoris original dari Sony masih cukup mahal, saat ini tidak ada lensa Sony yang dibawah 2 juta, sedangkan dengan merk lain Nikon misalnya kita bisa mendapatkan lensa fix 50mm f1.8D hanya dengan harga sekitar 1,4 oleh karena itu harus siap siap budget lebih jika memilih kamera Sony. 

Kesimpulan saya Sony A6000 paling cocok untuk penggemar fotografi yang menginginkan kamera model rangefinder yang modern dan tidak memberatkan saat jalan-jalan, sangat cocok untuk daily photography.
terakhir saya tampilkan beberapa foto yang saya ambil dengan Sony a6000 + lensa kit 16-50mm. 

1 orang terbantu dengan review ini, apakah kamu juga ?